Sudah 3 hari ini aku mengikuti pelatihan jurnalistik dasar yang diadakan oleh BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) bekerjasama dengan LPM CAKRAWALA( Lembaga Pers Mahasiswa)
sejak tanggal 13-15 mei 2011 di kampus lantai 3 di salah satu ruang jurusan syari'ah. Begitu banyak materi yang masuk kedalam kepalaku hingga ku tak bisa mengingatnya lagi. ckckck itu sih namanya lupa. hahaha
Hari pertama berjalan lancar, dengan pemateri yang tidak kalah hebatnya berbicara soal Jurnalistik. Pemateri pertama membahas tentang kode etik jurnalistik (KEJ). Di dalamnya terdapat pasal-pasal yang hampir mirip dengan undang-undang tepatnya.Didalam kode etik itu, di ajarkan bagaimana perilaku kita ketika sedang mencari sebuah berita. Ada banyak yang harus kita taati saat menjalani proses mencari sebuah berita.misalnya harus mengungkapkan berita yang aktual. selain itu, saat akan mewawancarai seorang narasumber, hendaknya memperkenalkan diri/memberitahu identitas kita dari mana, juga menyebutkan kepentingan yang akan di bicarakan. Sebenarnya, masih banyak lagi sihh, tp sedikit aja deh. hehehe:D
Hari kedua dimulai, materi hari ini adalah wawancara. Pemateri adalah kepala redaksi dari sebuah koran di kalimantan Timur. Dari pengalaman yang bisa ku tangkap, dia selalu berusaha untuk membentuk lembaga pers. Dia menceritakan bagaimana awal mula ia terjun ke dunia jurnalistik sampai pengalaman yang tidak pernah di lupakan ketika sedang bekerja mencari berita. Ketika praktek, aku sudah sampai di depan pintu ingin membuat list-list pertanyaan, aku di panggil oleh presiden BEM. Dia bertanya kepadaku apa yang ingin aku wawancarai. Aku menjawab bahwa aku ingin mewawancarai peraih IP(Indeks Prestasi) 4 di kampus. Langsung saja dia memberiku saran untuk wawancara tentang alasan mahasiswa yang ingin melaksanakan KKN berdemo di kampus. Hmm, dengan gugup tapi tetap tenang, aku berhasil wawancara walaupun hasilnya kurang maksimal. Tapi lebih beruntungnya diriku, presiden tersebut tidak bertanya bagaimana hasil wawancara tadi. Aku kan nggak ngerti masalahnya. hehehe:P
Hari ketiga, hanya ngobrol-ngobrol biasa atau bisa disebut dengan sharing. Para panitia mengajak peserta untuk sharing bagaimana kelanjutan dari pelatihan ini. Apakah hanya sebagai teori saja tanpa tindak lanjut? atau apa. Dari yang aku tangkap kesimpulannya tadi, mereka ingin memberikan kami kesempatan untuk terjun langsung ke publik kampus. Mereka berencana ingin membuat sebuah buletin atau sejenis koran lainnya untuk memberi wadah kepada peserta untuk memprktekkan teori yang sudah di dapat. Thanks Allah, ini yang aku tunggu-tunggu =D
sejak tanggal 13-15 mei 2011 di kampus lantai 3 di salah satu ruang jurusan syari'ah. Begitu banyak materi yang masuk kedalam kepalaku hingga ku tak bisa mengingatnya lagi. ckckck itu sih namanya lupa. hahaha
Hari pertama berjalan lancar, dengan pemateri yang tidak kalah hebatnya berbicara soal Jurnalistik. Pemateri pertama membahas tentang kode etik jurnalistik (KEJ). Di dalamnya terdapat pasal-pasal yang hampir mirip dengan undang-undang tepatnya.Didalam kode etik itu, di ajarkan bagaimana perilaku kita ketika sedang mencari sebuah berita. Ada banyak yang harus kita taati saat menjalani proses mencari sebuah berita.misalnya harus mengungkapkan berita yang aktual. selain itu, saat akan mewawancarai seorang narasumber, hendaknya memperkenalkan diri/memberitahu identitas kita dari mana, juga menyebutkan kepentingan yang akan di bicarakan. Sebenarnya, masih banyak lagi sihh, tp sedikit aja deh. hehehe:D
Hari kedua dimulai, materi hari ini adalah wawancara. Pemateri adalah kepala redaksi dari sebuah koran di kalimantan Timur. Dari pengalaman yang bisa ku tangkap, dia selalu berusaha untuk membentuk lembaga pers. Dia menceritakan bagaimana awal mula ia terjun ke dunia jurnalistik sampai pengalaman yang tidak pernah di lupakan ketika sedang bekerja mencari berita. Ketika praktek, aku sudah sampai di depan pintu ingin membuat list-list pertanyaan, aku di panggil oleh presiden BEM. Dia bertanya kepadaku apa yang ingin aku wawancarai. Aku menjawab bahwa aku ingin mewawancarai peraih IP(Indeks Prestasi) 4 di kampus. Langsung saja dia memberiku saran untuk wawancara tentang alasan mahasiswa yang ingin melaksanakan KKN berdemo di kampus. Hmm, dengan gugup tapi tetap tenang, aku berhasil wawancara walaupun hasilnya kurang maksimal. Tapi lebih beruntungnya diriku, presiden tersebut tidak bertanya bagaimana hasil wawancara tadi. Aku kan nggak ngerti masalahnya. hehehe:P
Hari ketiga, hanya ngobrol-ngobrol biasa atau bisa disebut dengan sharing. Para panitia mengajak peserta untuk sharing bagaimana kelanjutan dari pelatihan ini. Apakah hanya sebagai teori saja tanpa tindak lanjut? atau apa. Dari yang aku tangkap kesimpulannya tadi, mereka ingin memberikan kami kesempatan untuk terjun langsung ke publik kampus. Mereka berencana ingin membuat sebuah buletin atau sejenis koran lainnya untuk memberi wadah kepada peserta untuk memprktekkan teori yang sudah di dapat. Thanks Allah, ini yang aku tunggu-tunggu =D


0 komentar:
Post a Comment